View Full Version : Home Recording
Vidi Rosen
26-09-2007, 07:17
Home Recording
Oleh PC Musisi
http://www.insidelearning.net/Photographs/Matthews%20podcast%20location.jpg
Dengan semakin canggih komputer dan perangkat konverter audio di masa kini, maka tidak heran jika banyak musisi yang menggunakan perangkat digital seperti ADAT dan lain-lain untuk memproses musik hasil karya mereka. Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK yang sangat populer dengan piranti MIDI (Music Instrument Digital Interface), CUBASE SX dengan piranti recordingnya, NUENDO, serta beberapa software virtual yang sangat banyak jumlahnya. Dapat saya pastikan jika Anda mengunjungi tempat penjualan software komputer, anda akan dibuat bingung oleh begitu banyaknya software-software tersebut. Jika anda ingin mencoba semuanya... ya silahkan saja!! Baiklah... sebenarnya apa sich yang harus dimulai ketika Anda punya keinginan untuk merekam karya-karya Anda. Mungkin dengan menyimak sedikit artikel dari saya ini dapat memberikan pengetahuan untuk anda tentang apa dan bagaimana proses recording itu dan apakah memang dapat merekam karya-karya kita juga dapat dilakukan dirumah/studio sendiri seperti yang sering kita dengar dengan istilah Home Recording. Silahkan simak artikel saya ini….
Prinsip Recording
Pertama kalinya recording ditemukan satu abad yang lampau. Tepatnya pada tahun 1887, ketika Thomas Alfa Edison menemukan alat perekam, yaitu cylinder phonograph. Dan sejak itu pula bermunculanlah kemajuan yang dicapai hingga kini.
Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengarkannya. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga dapat menghancurkan perangkat audio system di rumah.
Prosedur Teknis Recording
Penulis mencoba merangkum beberapa standar yang dilakukan dalam recording profesional.
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.
Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing.
Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi.
Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir.
Di studio mastering profesional hasil rekaman kita tadi ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.
Equipment Recording
Jika disusun daftar, begitu banyak kiranya perangkat untuk menciptakan musik Anda di rumah. Berikut ini adalah daftar minimal equipment yang kita butuhkan jika kita akan merekam secara digital.
1. Personal Computer, dengan spesifikasi minimal : Pentium II , RAM 128 MB, CD Burning (tidak harus) dan Harddisk yang cukup besar, min 10 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
2. Sound Card (internal komputer) atau Conventer (external) untuk kelas profesional. Kualitas Sound Card diukur dalam istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate : 44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan bahkan ada yang lebih dari itu.
3. Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod. Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic Preamp.
4. Stereo Speakers Control. Usahakan jenis speaker memiliki kemampuan untuk memproduk Low/High frekuensi. Untuk profesional, biasanya menggunakan jenis real speakers monitor.
5. Headphone.
6. Kabel-kabel penghubung yang jumlahnya tidak sedikit. Kualitas kabel disarankan yang memiliki kualitas terbaik, tidak mudak putus/patah, anti noise, lentur serta pemilihan jack yang baik. Jenis jack audio yang umum digunakan diantaranya Canon, RCA, XLR.
Dengan daftar di atas Anda sudah dapat melakukan perekaman minimal 2 track. Tetapi jika ingin dikembangkan lebih jauh, berikut ini daftar kelas profesional.
7. Mixer atau Console / piranti pencampur suara sekaligus mengatur gain/volume input.
8. Compresor / penahan sinyal berlebih.
9. NoiseGate Prosesor / membuang suara tak perlu (noise)
10. Equalizer/ pembentuk timbre suara.
11. Analog/Digital Efek Prosesor/ pemberian efek ruang, dynamics, ketajaman, ambience, dll.
Seiring dengan kemajuan teknologi audio, sejumlah pabrikan menawarkan berbagai piranti yang semakin canggih.Pertanyaannya..... berapa budget untuk menyiapkan semuanya. Silakan jalan-jalan ke toko music profesional dan berhitung. Setidaknya untuk mengawali kita bisa mulai dengan daftar perangkat pertama (1 - 6).
Persiapan Piranti Recording
Lebih singkat, dalam tulisan ini kita bicarakan teknik Digital. Menggunakan teknik ini, pasti berhubungan dengan komputer. Baiklah akan kita bahas satu persatu hardware yang akan gunakan.
RUANG RECORDING
Untuk kelas rumahan / Home Recording tidak perlu di set secara khusus. Pastikan saja ruang Anda nyaman untuk bekerja dan tidak bising dengan gangguan suara disekitar ruang rekaman. Tapi dalam perekaman profesional dibutuhkan ruang khusus dan memiliki akustik ruang serta kedap suara yang sangat baik.
PERSONAL COMPUTER
Dengan pesatnya kemajuan komuter dan software, dapat menciptakan studio recording baik untuk taraf rumahan maupun yang profesional. Silahkan periksa spesifikasi komputer Anda, mulai dari prosesor, RAM, Soundcard (spesifikasi standar telah dibahas di atas).
Kualitas Record berarti berhubungan dengan kualitas Sound Card yang Anda miliki. Untuk kualitas tergolong cukup bisa diandalkan seperti Sound Blaster Live 5.1 Platinum, Audigy, Vibra 128. Soundcard juga memiliki fasilitas “What you Hear” yang mana akan mempermudah perekaman MIDI File ke Wave File. Tapi tak apalah jika dengan merek lain. Dengan sebuah PC, kita juga dapat merekam sinyal-sinyal analog kedalam bentuk wave file. Umumnya soundcard PC memiliki jalur input 1 (mono) mic, 1 (stereo) line In, jalur output 1 (stereo) line out, 1 (stereo) speaker. Sebagai catatan bahwa jalur stereo sebenarnya memiliki 2, yaitu L dan R. Keduanya bisa dipecah dengan membuat jalur baru. Jika dirasa 2 input belum cukup, Anda juga dapat menggunakan tambahan soundcard tetapi dengan tipe atau merek yang lain. Jika 1 merek / tipe yang sama maka terjadilah crash dan tidak bisa didetek oleh system komputer.
Lain lagi jika kita rekaman pro yang sedikit rewel dalam pemilihan soundcard atau disebut konventer yang lebih banyak terpasang di luar PC. Produk yang banyak dipakai diantaranya Teratex, Pro Tools, Aardvark, E-MU, DSP 2000, dll. Umumnya mereka mempunyai lebih dari 4 input dan lebih dari 2 output. Tapi jangan tanya harganya.... selangit...
Memilih soundcard / conventer dapat dlihat dari keterangan produknya dengan acuan yang disebut Sample Rate. Sample Rate mengukur ketebalan dari hasil proses rekaman. Untuk kelas PC standar umumnya adalah 44.100 KHz-16 bit. Untuk perbandingan, converter memiliki sample rate 96 KHz-32 bit. Ini adalah standar kualitas suara yang dikeluarkan oleh DVD.
Vidi Rosen
26-09-2007, 07:22
SOFTWARE.
Dalam proses recording yang paling baik adalah kemampuan dalam memilih software yang tepat dan jitu. Apa sebabnya ? Recording menuntut komputer Anda bekerja ekstra keras. Jika terlalu banyak software yang terinstall, maka akan beratlah beban yang harus dikerjakan oleh komputer, dan mungkin sedikit lambat. Dari Pengamatan saya terhadap perkembangan software audio recording yang sangat banyak di pasaran. Ada perusahaan besar yang memproduksi software, seperti Digi Design dengan Pro Tool nya, EMU Logic, Steinberg, Cakewalk, dll. Untuk kelas rumahan saran saya yang mungkin bisa membantu Anda dalam bereksperimen diantaranya :
1. SONAR XL ver 2, produksi Cakewalk, software recording yang cukup profesional dan memiliki kemudahan dalam operasionalnya.Tetapi dalam proses editing cukup rumit sedikit. Sonar sangat membantu bila Anda bekerja dalam lingkup MIDI. Didalam Software ini terdapat beberapa plug Ins dari produk Time Works yang kesemuanya disajikan secara virtual. Kelebihan lain, sonar memiliki hardware virtual dari music properti, seperti amplifier guitar, amplifier bass, dll yang dapat digunakan secara real-time. Oleh sebab itu sonar cukup digemari bagi para pemula. Kekurangannya diantaranya adalah hasil suara terekam kurang tebal dan agak sulit untuk meningkatkan kualitas rekaman anda. Akan diperlukan proses mastering yang cukup merepotkan.
2. CUBASE VST ver 3.2, produksi Steinberg, software ini memiliki kualitas sound yang cukup tebal. Tetapi memiliki sedikit banyak masalah dalam proses editing, khususnya bagi pemula.
3. CUBASE SX ver 1.02 atau 2.0, juga produksi Steinberg. Software ini merupakan hasil kerja sama antara Steinberg dan Cakewalk. Ini terbilang baru, dan telah dicoba hasilnya cukup memuaskan. Anda akan bekerja ala Sonar dan memiliki kehebatan Cubase. Fasilitas yang tersedia dalam bentuk plug-in sangat mudah digunakan. Seperti efx gitar, begitu banyak pilihan yang dapat digunakan. Apalagi bicara tentang MIDI. Anda memilki sound Bank layaknya memiliki puluhan Keyboards dunia dari segala merk terkenal. Dari pengalaman saya saat mencoba menggunakannya tidak menemukan banyak masalah.
4. SOUNDFORGE ver 6.0, produksi Sound Foundry, adalah software pendukung bagi pengolahan wave file. Program ini tampaknya paling banyak digunakan. Anda akan menggunakannya pada saat proses mastering, hingga ke burning CD.
5. PLUG – Insert. Bagi kebutuhan mastering, kita membutuhkan beberapa plug-in, seperti Reverb, Equalizer, Delay, Chorus, Gate, Compresor, Limiter,dll dalam bentuk virtual. Plug-in akan terinstall otomatis bila kita menginstall recording software-software di atas. Bila masih dianggap kurang sempurna, Anda dapat menginstall beberapa pug-ins tambahan.
6.Win Amp ver.3 atau Media Player 9. Fungsinya untuk mengontrol music yang telah tercipta dalam format wav, midi, aif, mpeg, dll.
MICROPHONE
Microphone adalah alat penerima sumber suara (source) akustik yang diubah menjadi sinyal analog, dialirkan melalui kabel/nirkabel ke PC. Microphone memiliki beberapa type, yaitu Dynamic, Kondensor dan Cardioid. Berikut keterangannya :
1. Mic type Dynamic atau disebut mic biasa termasuk mic yang memiliki sensitivitas rendah.. Seperti kebanyakan mic yang digunakan untuk keperluan mimbar, karaoke, dll.
2. Mic type Condensor merupakan mic yang sangat sensitive. Jangkauannya sangat kuat, sehingga sering menimbulkan feedback (gaung) dan kemungkinan noise yang timbul cukup besar. Mic jenis ini tidak mampu mengalirkan sinyal bila tidak dibantu oleh Phantom Power yang terdapat pada mic pre –amp, karena sifatnya pasif.
3. Mic Cardioid adalah type yang terbaik untuk kelas rekaman profesional. Type ini sebenarnya sejenis mic dynamic dengan jangkauan terbatas, sensivitas tinggi. Harganya juga...? yaah.. paling berkisar 1 s.d 7 jt. Seperti merk terkenal BEHRINGER B-2, SHURE KSM 44, RODE NT-1. Umumnya type ini digunakan untuk take vocal. Suara yang diterima natural dan jernih.
Teknik penggunaan mic disebut miking. Piranti tambahan mic biasanya adalah stand mic dan wind-screen atau pop-filter.
KABEL PENGHUBUNG.
Pekerjaan recording selalu berhubungan dengan kabel. Pemilihan kabel merupakan langkah pertama. Gunakan kabel yang paling tidak dapat mengalirkan sinyal dengan cepat, bebas hambatan dan bersih. Saran yang cukup bagi penggunaan rekaman adalah merk CANAREE made Japan. Hati-hati barang tiruan ! Kedua ujung kabel pasti ada konektor atau yang disebut jack. Sesuaikan penggunaannya dengan jack in yang terdapat pada sound card, microphone atau instrumen musik. Saran adalah merk Neutrik atau Nakamichi. Ini juga sama banyak tiruannya, produk Japan, Taiwan atau Cina.
Untuk teknologi terakhir dalam profesional, sudah digunakan kabel serat optik. Sudah dapat dipastikan sempurnanya sinyal diterima soundcard apabila menggunakan kabel jenis ini. Tapi hrganyapun mahal sekali. Sepertinya sampai disini dulu artikel ini…akan saya lanjutkan lagi pada postingan saya selanjutnya tentang bagaimana menambah jumlah input pada soundcard komputer anda. Salam sukses…
http://www.blogger.com/profile/04115875302933289028
agushardiman
27-09-2007, 12:44
Bro Vidi, ada beberapa yang perlu di koreksi dari artikel tsb supaya pembaca gak salah tangkap maksudnya :D
Dengan semakin canggih komputer dan perangkat konverter audio di masa kini, maka tidak heran jika banyak musisi yang menggunakan perangkat digital seperti ADAT dan lain-lain untuk memproses musik hasil karya mereka. Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK bla bla bla....
Agak rancu penyebutan ADAT yg merupakan multitrack recorder stand-alone (tanpa butuh komputer PC) lalu di hubungkan dgn penyebutan software Cakewalk, Cubase SX, Nuendo yg hanya ada di PC, seakan2 keduanya sama.
Sebenarnya masing2 berjaya pada masa yg berbeda yaitu Alesis ADAT pada thn 1991 s/d sekitar thn 1999 sedangkan software audio di PC berjaya sejak thn 1995 s/d sekarang. Keduanya TIDAK bisa di integrasikan dalam 1 sistem karena yg satu hardware tersendiri / stand alone, yg satu lagi butuh PC ;)
ADAT atau lengkapnya Alesis ADAT adalah alat / hardware perekam yang bisa rekam 8 track sekaligus dgn media penyimpanan tape video Super VHS yg biasanya digunakan VHS player biasa.
Kalau mau rekam lebih dr 8 track, pengguna ADAT bisa menggabungkan / daisy-chain 2 atau 3 ADAT dimana masing2 bisa 8 track utk total 16 atau 24 track sekaligus.
Sekarang ini Alesis meluncurkan ADAT HD24 (meidanya tidak pake tape VHS lagi tapi hardisk) yang sayangnya termasuk 'gagal' di pasaran karena serbuan software audio yg canggih2 juga soundcard / audio converter murah dgn kualitas reatif bagus ;)
Info ttg ADAT ini bisa dilihat di :
http://www.alesis.com/product.php?id=1
Lanjut....
agushardiman
27-09-2007, 01:02
Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK yang sangat populer dengan piranti MIDI (Music Instrument Digital Interface), CUBASE SX dengan piranti recordingnya, NUENDO, serta beberapa software virtual yang sangat banyak jumlahnya.
Agak kurang akurat juga nih...Cakewalk dgn piranti MIDI ? Cubase dgn piranti recording ? Nuendo ? :confused:
Sebenarnya ketiganya adalah software yang mempunyai kemampuan gak jauh beda. Kalau ada pernyataan bahwa Cakewalk kuat di MIDI, Cubase di recording aja, ini kurang pas. Dari dulu Cubase juga kuat di MIDI, Cakewalk kuat di recording juga. Hanya orang Indonesia aja yg sering pake Cakewalk utk buat MIDI karena lebih mudah digunakan drpd Cubase / Nuendo.
Dulu saya Cakewalk mania, sampai bikin buku 'Belajar Sendiri Cakewalk Pro Audio versi 8' yg di terbitkan Elex Media Komputindo / Gramedia & udah terjual sekitar 6000 buku :D
Nah pada tahun 2000-an Cubase VST juga sudah ada walau gak populer. Tapi sejak kemunculan virtual instrumen atau plug-in format VST, maka pamor Cakewalk agak kalah karena plug-in Cakewalk gak sebanyak & sebagus Cubase. Saya ingat thn 2002, belajar Cubase lagi dari nol & ternyata menurut saya, kemampuan MIDInya bahkan lebih hebat drpd Cakewalk ;)
Sekarang jatuh cinta dgn Cubase sampai bela2in punya software original Cubase4 & bbrp virtual instrumen Steinberg spt Virtual Guitarist 2, Groove Agent 3, The Grand 2, Halion Symphonic String, Virtual Bassist & Hypersonic 2...all original ;)
Sekarang ini Cakewalk sudah sampai Sonar versi 7, Cubase versi 4 & Nuendo versi 4...masing2 berlomba2 utk menjadi yg terbaik tapi teknologinya gak jauh beda & sama2 canggih :)
Lanjut...
agushardiman
27-09-2007, 01:16
Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengarkannya. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB.
Telinga kita sanggup terima level lebih dari itu, malahan hingga 160 dB SPL, hanya dijamin pendengaran jadi rusak :(
Apabila dengar suara dgn level di atas 85dB SPL dalam waktu yg gak terlalu lamapun, pendengaran kita akan berkurang...so biasakan denger musik di bawah 85dB SPL apalagi dalam waktu relatif lama misalnya saat mixing lagu atau denger lagu dgn iPod / MP3 player.
Biasanya yg diutamakan dalam recording adalah frekwensi yg terekam yaitu utk manusia normal bisa dengar dari 20Hz - 20kHz. Kalau rekamannya bisa merepresentasikan frekwensi yg lebar ini, maka rekaman akan terdengar bagus.
Lanjut....
agushardiman
27-09-2007, 01:18
Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
DAT = Digital Audio Tape, so ini bukan alat analog tapi alat digital :D
Lanjut...
agushardiman
27-09-2007, 01:25
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
Ini baru proses mixing jadi belum siap & belum layak di dengar apabila dijadikan CD audio atau kaset.
Bayangkan, lagu track 1 di mixing oleh si A di studio C, lagu track 2 di mixing oleh si B di studio M dst...kalo langsung di jadikan CD audio, bakalan belang2 hasilnya...masih ada tahap Mastering lho (spt yg di sebutkan penulis, walau kurang tepat juga deskripsinya).
Lanjut....
agushardiman
27-09-2007, 01:31
1. Personal Computer, dengan spesifikasi minimal : Pentium II , RAM 128 MB, CD Burning (tidak harus) dan Harddisk yang cukup besar, min 10 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
Wow, hari gini masih pake Pentium 2, RAM 128MB, hardisk 10 GB ? :rolleyes:
Saya cek ke blog penulis, tercatat artikel ini dibuat Sept 2007...mungkin lebih tepatnya Sept 1997 kali :D
Perlu di luruskan supaya pembaca yg awam gak tersesat dgn spec komputer di atas :)
Pentum 2 utk jalanin Windows 98 aja udah berat apalagi winXp atau Vista :(
Lanjut....
agushardiman
27-09-2007, 01:38
Kualitas Sound Card diukur dalam istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate : 44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan bahkan ada yang lebih dari itu.
Kualitas soundcard bukan diukur dari Sample Rate tetapi dari frequency response-nya yaitu kualitas rekam & playback karena walau hanya pake SR 44,1kHz, bisa saja kualitasnya bagus.
Rata2 semua soundcard baik yg non-profesional atau utk profesional sudah bisa 96kHz, 24-bit (bukan 32-bit...belum ada soundcard yg bisa 32-bit).
Bisa 96kHz tidak menjamin itu soundcard yg pasti bagus ;)
Lanjut....
agushardiman
27-09-2007, 01:45
Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod. Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic Preamp.
Cardiod bukan tipe mic melainkan polar pattern atau dari arah mana mic dapat merekam / menangkap suara pada level yg maksimal.
Lanjut...
agushardiman
27-09-2007, 02:05
1. SONAR XL ver 2, produksi Cakewalk, software recording yang cukup profesional dan memiliki kemudahan dalam operasionalnya.Tetapi dalam proses editing cukup rumit sedikit. Sonar sangat membantu bila Anda bekerja dalam lingkup MIDI. Didalam Software ini terdapat beberapa plug Ins dari produk Time Works yang kesemuanya disajikan secara virtual. Kelebihan lain, sonar memiliki hardware virtual dari music properti, seperti amplifier guitar, amplifier bass, dll yang dapat digunakan secara real-time. Oleh sebab itu sonar cukup digemari bagi para pemula. Kekurangannya diantaranya adalah hasil suara terekam kurang tebal dan agak sulit untuk meningkatkan kualitas rekaman anda. Akan diperlukan proses mastering yang cukup merepotkan.
Gak up-to-date ini...Sonar XL ver 2 udah kuno banget.
Setelah itu ada Sonar 3, 4 s/d versi 7 sekarang :D
2. CUBASE VST ver 3.2, produksi Steinberg, software ini memiliki kualitas sound yang cukup tebal. Tetapi memiliki sedikit banyak masalah dalam proses editing, khususnya bagi pemula.
Ini yang masalah si pemulanya yg gak bisa pakenya, softwarenya aja sih Ok2 aja ;)
3. CUBASE SX ver 1.02 atau 2.0, juga produksi Steinberg. Software ini merupakan hasil kerja sama antara Steinberg dan Cakewalk. Ini terbilang baru, dan telah dicoba hasilnya cukup memuaskan. Anda akan bekerja ala Sonar dan memiliki kehebatan Cubase. Fasilitas yang tersedia dalam bentuk plug-in sangat mudah digunakan. Seperti efx gitar, begitu banyak pilihan yang dapat digunakan. Apalagi bicara tentang MIDI. Anda memilki sound Bank layaknya memiliki puluhan Keyboards dunia dari segala merk terkenal. Dari pengalaman saya saat mencoba menggunakannya tidak menemukan banyak masalah.
Cubase SX 2 hasil kerjasama Cakewalk & Steinberg ? Never in a million years ;)
4. SOUNDFORGE ver 6.0, produksi Sound Foundry, adalah software pendukung bagi pengolahan wave file. Program ini tampaknya paling banyak digunakan. Anda akan menggunakannya pada saat proses mastering, hingga ke burning CD.
Sound Forge sekarang udah versi 9 & pemiliknya sekarang adalah Sony, raksasa multimedia.
Fasilitas Sound Forge sendiri lebih ke audio editing dibandingkan untuk mastering. Steinberg Wavelab yg fasilitasnya lebih lengkap utk mastering ;)
5. PLUG – Insert. Bagi kebutuhan mastering, kita membutuhkan beberapa plug-in, seperti Reverb, Equalizer, Delay, Chorus, Gate, Compresor, Limiter,dll dalam bentuk virtual. Plug-in akan terinstall otomatis bila kita menginstall recording software-software di atas. Bila masih dianggap kurang sempurna, Anda dapat menginstall beberapa pug-ins tambahan.
Saat mastering, reverb, delay, chorus tidak pernah digunakan. Efek2 ini hanya digunakan saat mixing.
Ada beberapa hal lagi yg perlu dikoreksi, tapi yg di atas itu yg prinsip.
Maaf kalo ada salah kata :D
Salam.
James Argo
27-09-2007, 03:13
Sepertinya bang Vidi mengutip dari sumber yg lama belum diupdate :)
Tapi seperti prediksi bang Vidi, kang Agus pasti "gatel" & datang untuk meluruskan :D
Jadi ini ceritanya dalam rangka menyongsong mau bikin album kompilasi Bengkelmusik dlm waktu dekat, makanya kita ngeharepin banyak artikel ttg recording. Sukur2 sebelum pada ikutan member bisa pada dapet "siraman rohani" dulu, gitu lho kang Agus :D
Ditunggu sharing selengkapnya di BM kang Agus :)
James Argo
27-09-2007, 03:22
Kualitas soundcard bukan diukur dari Sample Rate tetapi dari frequency response-nya yaitu kualitas rekam & playback karena walau hanya pake SR 44,1kHz, bisa saja kualitasnya bagus.
Rata2 semua soundcard baik yg non-profesional atau utk profesional sudah bisa 96kHz, 24-bit (bukan 32-bit...belum ada soundcard yg bisa 32-bit).
Bisa 96kHz tidak menjamin itu soundcard yg pasti bagus ;)
Lanjut....
Ya, biasanya orang cuma menilai sebatas apakah soundcard itu mampu 24bit/96kHz. Itu sebenernya belum cukup, karena sebenernya yg paling utama adalah kinerja ADC/DAC (Analog to digital converter / digital to analog converter) nya. Ini terdiri dari chip (hardware) nya & algoritma programing nya (software / driver). Keduanya menentukan bagaimana / secepat apa / sedetail dan seakurat apa seluruh proses konversi dari sinyal analog ke sinyal digital dirubah (demikian juga sebaliknya dari digital ke analognya). Ibarat mobil, walopun kecepatan bisa 200km/jam, kalo grudak gruduk kan ga nyaman rasanya :D
;)
Jaymz
agushardiman
27-09-2007, 07:02
Jadi ini ceritanya dalam rangka menyongsong mau bikin album kompilasi Bengkelmusik dlm waktu dekat, makanya kita ngeharepin banyak artikel ttg recording. Sukur2 sebelum pada ikutan member bisa pada dapet "siraman rohani" dulu, gitu lho kang Agus :D
Ditunggu sharing selengkapnya di BM kang Agus :)
Asyik ada Album Kompilasi :guitarlove:
Bang Jaimz, boleh kita ikutan ?
Salam.
Vidi Rosen
27-09-2007, 12:34
Asyik ada Album Kompilasi :guitarlove:
Bang Jaimz, boleh kita ikutan ?
Salam.
Bukan boleh ato enggak tapi justru harus ikut hehehehe bukan begitu om jamz :) yang lainnya om Agus nulis di sini dong biar jangan artikel tua model seperti di atas yg keluar hehehehehe. Kita tunggu lho kontribusi pemikiran dan artikelnya :)
Seventh String
27-09-2007, 04:46
yang paling lucu itu ini...
Cubase SX 2 hasil kerjasama Cakewalk & Steinberg ? Never in a million years ;)
:wkwk:
GBU.
agushardiman
28-09-2007, 05:54
Sepertinya bang Vidi mengutip dari sumber yg lama belum diupdate :)
Tapi seperti prediksi bang Vidi, kang Agus pasti "gatel" & datang untuk meluruskan :D
Sori bro Vidi, gak ada maksud apa2 selain meluruskan aja :peace:
Btw, thx utk posting artikelnya :D
Salam.
agushardiman
28-09-2007, 05:56
Bukan boleh ato enggak tapi justru harus ikut hehehehe bukan begitu om jamz :) yang lainnya om Agus nulis di sini dong biar jangan artikel tua model seperti di atas yg keluar hehehehehe. Kita tunggu lho kontribusi pemikiran dan artikelnya :)
OK nanti akan saya coba buat artikel khusus utk BM.
Salam.
agushardiman
11-10-2007, 03:17
Sepertinya bang Vidi mengutip dari sumber yg lama belum diupdate :)
Tapi seperti prediksi bang Vidi, kang Agus pasti "gatel" & datang untuk meluruskan :D
Iya tuh bang Jaimz, alasannya karena di blognya penulis di : http://pcmusisi.blogspot.com/ , beliau memposting artikel ini pada bulan September 2007 :eek: so supaya pembaca gak tersesat, apalagi udah dimasukkan sbg headline BM, perlu aku luruskan sedikit ;)
Mohon maaf kalo ada salah kata.
Salam.
Mirip_Bruce
11-10-2007, 12:27
Dulu saya Cakewalk mania, sampai bikin buku 'Belajar Sendiri Cakewalk Pro Audio versi 8' yg di terbitkan Elex Media Komputindo / Gramedia & udah terjual sekitar 6000 buku :D
Berarti saya termasuk diantara pembeli 6000 buku itu dong... Hehehe... Gara2 buku itu, saya n temen2 jadi penasaran ngerambah ke software2 lainnya... Thx to Om Agus...
Jadi ini ceritanya dalam rangka menyongsong mau bikin album kompilasi Bengkelmusik dlm waktu dekat, makanya kita ngeharepin banyak artikel ttg recording. Sukur2 sebelum pada ikutan member bisa pada dapet "siraman rohani" dulu, gitu lho kang Agus :D
Hehehe… Siraman rohani… Boleh juga tuh… Tapi kira2 saya udah bisa ikutan album kompilasi gak yah sebelum Desember..? Pengen bgt nih ikutan Bang Jamz…
agushardiman
08-11-2007, 07:31
Berarti saya termasuk diantara pembeli 6000 buku itu dong... Hehehe... Gara2 buku itu, saya n temen2 jadi penasaran ngerambah ke software2 lainnya... Thx to Om Agus...
Sama2 makasih udah beli bukunya :D
Salam.
jemi_sitanayah
13-12-2007, 10:30
Sekarang Pyramix udah bisa naik sampe 384 kHz dan 32 bit...tapi sekali record bisa puyeng karena ngambil spacenya buanyak sekaleeee hahaha.
jemi_sitanayah
14-12-2007, 03:24
Mas Vidi,
Very good job in giving an explanation about this. Saya cuma akan melengkapinya aja.
Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga dapat menghancurkan perangkat audio system di rumah.
Telinga kita sangat super dan luar biasa. Boleh dikatakan tidak ada mikrofon yang sanggup untuk menggantikan telinga kita ataupun mendekati telinga kita. Kemampuan telinga ini harus dijaga supaya tetap utuh. Apabila bunyi yang kita dengarkan terlalu kencang maka bunyi tersebut akan merusak rambut2 halus yang ada di dalam telinga kita yang tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi. Oleh karena itu besarnya bunyi yang kita tangkap sangat berpengaruh. Berbicara mengenai batas maksimum maka boleh saya katakan sekencang2 kencangnya. Tetapi batasan yang paling ideal untuk Human Hearing adalah berkisar 80-85 dB. Normalnya berkisar 80dB. Kalau kita dapat mendengar bunyi dengan level yang rendah maka itu semakin baik karena berarti telinga kita semakin sensitif. Tetapi kalo kita harus membuat level audio semakin kencang supaya dapat mendengar dengan baik maka itu berarti kemampuan hearing kita mulai menurun. Ini sangat berbahaya sekali khususnya untuk seorang engineer karna hearing yang rusak tidak akan pernah dapat digantikan oleh apapun so you should take care you ears.
Prosedur Teknis Recording
Penulis mencoba merangkum beberapa standar yang dilakukan dalam recording profesional.
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.
Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record.
Dalam proses recording kita mengenal beberapa step antara lain:
- Recording
- Overdub
Apa perbedaan antara Recording dan Overdub?
Recording adalah proses dimana kita merekam 1 atau lebih alat musik secara bersamaan. Mengapa kita merekam semua alat musik secara bersamaan? Alasan paling singkatnya adalah karena masalah waktu dan biaya. Seandainya ada sebuah band yang terdiri Drum-Bass-Guitar-Keys-Vocal, maka saya prefer untuk merekam semuanya sekaligus, terkecuali dengan catatan apabila Vocalistnya ternyata juga memainkan instrument.
Mengapa saya prefer untuk take semuanya dalam waktu bersamaan?
- Waktu
Dengan melakukan proses take secara bersamaan saya dapat menghemat waktu jauh lebih banyak daripada melakukan take secara sendiri-sendiri.
- Biaya
Semakin lama waktunya tentu biayanya juga semakin mahal.
- Feel
Berbeda sekali suasana saat melakukan take terpisah dan bersamaan. Kalo kita melakukan take secara bersamaan feeling musiknya terasa lebih klop karena para musisi melakukan komunikasi lewat musik yang dimainkan. Tetapi kalau take yang dilakukan terpisah, seringkali musisi merasa kalau bermain dengan robot jadi feelingnya tidak ketemu. Dari pengalaman saya melakukan recording rata2 klien saya meminta untuk take semuanya sekaligus. Terkecuali kalo dalam situasi dan kondisi dimana harus take terpisah baru mereka akan melakukan take yang terpisah.
Setiap instrument ini dapat direkam ke Tape atau DAW melalui 2 cara:
- 2 tracks only
- multitracks
2 tracks artinya semua audio akan masuk hanya dalam format 2 tracks yang berarti kiri dan kanan. Saat audio terekam dalam 2 tracks, proses mixing sudah pasti tidak bisa dilakukan lagi. Jadi kita harus mixing on the fly. Mixing on the fly merupakan tantangan bagi engineer.
Multitracks berarti audio dikirim ke dalam track yang terpisah2 supaya dalam dilakukan proses mixing setelah tracking selesai.
Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
Proses pengubahan sinyal dari Analog ke Digital dan sebaliknya membutuhkan sebuah alat yang dinamakan Converter atau lebih tepatnya disebut sebagai AD/DA Converter. Selain itu kita juga harus memperhatikan yang dinamakan dengan WORD CLOCK. Tujuan daripada WORD CLOCK ini untuk mengsynchronizekan sinyal yang diterima dengan peralatan2 kita. Apabila Word Clock tidak synch maka kita akan mendengar bunyi klik.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing.
Pengaturan Volume = Gain = Balancing. Sebenarnya apa itu mixing? Mixing adalah langkah dimana kita membalancingkan semua track yang sudah direkam dengan melakukan beberapa step dibawah ini:
- Fader Balancing
- Panning
- Compression
- EQ
- Noise Gate
- Reverb
- Efek
Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi.
Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
Secara pribadi saya tidak merekomendasikan penggunaan limiter karena limiter sebenarnya lebih ke arah mastering. Penggunaan limiter membuat audio kita menjadi terbatas karena limiter berasal dari kata LIMIT yang artinya udah dibatasin levelnya jadi tidak bisa diganggu gugat lagi. Tetapi ada juga Sound Engineer yang menggunakan Limiter sebagai efek.
4.Mastering adalah proses terakhir.
Di studio mastering profesional hasil rekaman kita tadi ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.
Mastering adalah langkah terakhir dari proses production. Di proses mastering ada beberapa target yang ingin dicapai:
- Membuat bunyi menjadi lebih kencang tetapi tetap memberikan dynamik lagu.
- Membuat sound lebih bersih...debu2 semua dihilangkan sebanyak mungkin.
- Membuat sound menjadi lebih lebar.
Proses penghilangan noise dan hum kalo boleh saya katakan tidak termasuk dalam bagian mastering tetapi lebih ke arah NOISE REDUCTION. Sebaiknya proses NOISE REDUCTION ini dilakukan sewaktu mixing bukan mastering, terkecuali kalo memang sudah tidak ada cara lain lagi maka dilakukan di proses mastering.
Equipment Recording
Jika disusun daftar, begitu banyak kiranya perangkat untuk menciptakan musik Anda di rumah. Berikut ini adalah daftar minimal equipment yang kita butuhkan jika kita akan merekam secara digital.
1. Personal Computer, dengan spesifikasi minimal : Pentium II , RAM 128 MB, CD Burning (tidak harus) dan Harddisk yang cukup besar, min 10 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
Kalo aku pribadi saranin makin tinggi speksifikasinya pasti makin bagus. RAM kalo bisa minimal 2Gb tapi kalo budget terbatas 1Gb ready to go. Hard Disk kalo bisa minimal 250 GB.
2. Sound Card (internal komputer) atau Conventer (external) untuk kelas profesional. Kualitas Sound Card diukur dalam istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate : 44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan bahkan ada yang lebih dari itu.
Sejauh ini DVD baru menerima 96.000 dan 24 bit. DVD sendiri terbagi atas 2 bagian yaitu DVD Movie dan DVD Audio.
3. Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod. Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic Preamp.
Mikrophone secara mendasar terbagi atas 2 bagian yaitu DYNAMIK dan CONDENSOR. Polar Pattern dari Mik terbagi atas 3 yaitu CARDIOID, OMNI, FIGURE EIGHT.
CARDIOID itu sendiri terbagi lagi atas 3 yaitu CARDIOID, SUPER CARDIOID, HYPER CARDIOID.
To be continue....
digital recording bisa g pake soundcard onboard ? klo soundcard yang paling murah n minimal bisa buat recording kira2 apa?
harganya kisaran brapa? maklum lg cekak nich:confused::D
thanx yaa...:twocents:
Bro,
soundcard yg mur-mer buat belajar recording, pakai Soundblaster Live X-Fi aja, harga kisararan 300rb-an.
dulu ane pake SBLive 5.0 varian terdahulu.
semoga membantu yah.
http://www.soundblaster.com/products/product.asp?category=209&subcategory=669&product=17791
Gopas Carlos
24-01-2009, 09:11
Nice topic...
gw coba UP lagi yah..
nice discussion..
Kita tunggu lagi ulasanya dari mas Jemi nih mas...kan to be continue hehehe
kalo lagi ada waktu kosong disambung ya mas jemi...hatur nuhun n semoga sukses disana....
Iggy Wonk
29-01-2009, 09:49
puyeng uey ngikutin nye...tp tetep asik....
stop nge-GAS gear, sekarang saatnya nge-GAS bwt rekording
afifrocky
12-07-2009, 03:34
ok...sedikit2 akan gw coba...thanks:)
simoneslip
25-11-2009, 02:01
Alo...maap y disundul lagi...
mau nanya dong...gw recording pake laptop n ga punya soundcard external gt...software cm pake adobe audition 1.5...n drum looping pake fruity loop+groove agent(tp sejauh ini masalah nggak terletak di fruity loopnya)...
instrumen ada gitar,multiefek,n preamp tabung,jd udah bs lumayan dapet lah...
nah yg jd masalah mungkin sepele...haha
1. Kok setiap kali rec, noise-nya itu gede bgt ya,kabel udh canare-neutrik,tp gw pake converter yg gede ke kecil gitu sih ke line in laptop...n gitar gw humbucker
2. Kok setiap kali rec gw gak bs menemukan gimana caranya supaya apa yg gw mainkan kedengeran live di laptop...mungkin bs dibilang 'monitornya gak nyala'? tp dimana y ad option buat nyalain monitorny?gw cek ke CPanel nama option line in-nya kok 'microphone'? bukannya line in?dan gw gak menemukan dimana option buat nyalain microphonenya
gw pake windows vista...dan udah install asio4all...apa musti install software tertentu buat ngejalanin monitornya?
maap bahasanya awam bgt :p ...mohon bantuannya :)
thx!
ilo-bugis
25-11-2009, 10:03
Alo...maap y disundul lagi...
mau nanya dong...gw recording pake laptop n ga punya soundcard external gt
masalahnya sudah pasti yg gw tebelin diatas......karena jawabannya sudah mas simon jawab sendiri yaitu input soundcard onboard-nya laptop cuma ada 'MICRPHONE IN' ;)
gw cek ke CPanel nama option line in-nya kok 'microphone'? bukannya line in?dan gw gak menemukan dimana option buat nyalain microphonenya
sehingga timbul yg mas simon rasakan sendiri yaitu noise dan tidak bisa dimonitor
Kok setiap kali rec, noise-nya itu gede bgt ya,kabel udh canare-neutrik,tp gw pake converter yg gede ke kecil gitu sih ke line in laptop...n gitar gw humbucker
2. Kok setiap kali rec gw gak bs menemukan gimana caranya supaya apa yg gw mainkan kedengeran live di laptop
solusinya yah cuma satu yaitu pake soundcard/audio converter external bisa lewat USB atau FIREWIRE (kalo ada FireWire Port-nya) ;)
|
vBulletin® v3.8.4, Copyright ©2000-2010, Jelsoft Enterprises Ltd.